WIJAYA KUSUMA IS BACK

Wijaya Kusuma adalah pekerja profesional yang rindu untuk kembali kedunia otomotif. Pendiri IOF ini sudah vakum hampir 16 tahun sebelum akhirnya menikmati kembali masa lalunya. Ternyata perolehan prestasi masih lumayan. Semoga tahun 2020 masih bisa lebih baik lagi

our car

JIMNY WIDE

Jimny Wide ini digunakan dalam AXCR2019.com dan mencapai finish walau belum mempeoleh poin juara. Suzuki Jimny ini menggunakan suspensi profender dan engine M15A 

SUZUKI SX4

Menggunakan mesin M16A dan akan dipersiapkan untuk kelas F3  yakni kelas 1800 CC keatas. Sebuah mesin M18A sudah disiapkan dan mungkin akan digunakan pada tahun 2020 

SUZUKI BALENO

 Suzuki Baleno tahun 1997, ini sudah dimodifikasi dengan menggunakan suspensi MCA One Way dan Haltec Computer untuk memperbaiki kinerja pengapian. Tidak ada yang istimewa dengan mobil ini tetapi sudah menghantarkan juara beberapa kali.

Wijaya Kusuma adalah seorang pekerja profesional  (Direktur Inews, Direktur Inews.id  Corsec MNC Group, Pemilik Safe Parking.id, ordtraining.com yang punya kegemaran otomotif sejak kecil, awal mula nya dia terlibat dalam kegiatan Rally saat dia masih berada di bangku SMA (1982) saat itu dia mengikuti rally Green Sand dengan honda civic,  Kemudian dia mencoba membangun mobil kijang dengan mesin 2TGE, dulu mesin 2 TGE adalah mesin rally yang populer pada jaman itu. Dulu masih jarang yang mengganti engine (1987).  Kemudian dia sempat mengganti mobil rallynya dengan Nissan B 310 (1989).  memang prestasinya belum bersinar saat itu,  Namun setelah lulus kuliah justru membuatnya berhenti sejenak untuk fokus bekerja di perusahaan perminyakan nasional.  Baru kemudian pada tahun 1990 Jaya mencoba lagi bermain 4×4,  beruntung saya bertemu dengan Rudhanton yang saat itu adalah rajanya Jimny, dia mengajak saya bergabung dalam satu team, Yakni Suzuki Sport Indonesia.

BACA  Oky Rachmat Pembalap Serba Bisa Naik Podium di Meikarta.

Dhanton dulunya adalah penggiat Jimny Club  mungkin saat itu club pertama kali didirikan yang khusus suzuki Jimny.  Disitu saya satu team dengan Suhardi Kancil, Tommy Ernawan, Andre (almarhum), dan Hendrik Badu beberapa tahun bergabung dengan team ini  dan kemudian pecah  akhirnya saya bergabung dengan Falken Offroad (Andi Budianto) distributor ban Falken dan sempat memperoleh juara 2 di Tranka Offroad Bali 1992. tahun 1996 offroad sempat mati suri, Jaya akhirnya mendirikan club 4XFUN,  di Jakarta mati suri, tapi didaerah justru berkembang. Akhirnya saya justru bertanding ke daerah. Ikut Marlboro Speed offroad di tuntungan tahun 1999 pernah juara Umum 3, Kemudian Sibolangit adventure Juara 1 dan Best Performance dan event lainnya.

Jaya ikut offroad series Nusantara dan Diplomat Challenge yang menjadi cikal bakal IOX sekarang  mulai dari tahun 2000 sampai dengan tahun 2006 dan Terakhir ikut adventure offroad yang dibuat oleh Tinus Roma di Ciater tahun 2009. Setelah itu saya sudah tidak aktif lagi.  Dia beralih ke motor mulai tahun 2000, pernah ikut adventure offroad roda dua track Gundala bersama pak Al Hilal Setelah itu pernah mendirikan toko motor dengan nama Downeys Dirtbikes.  Namun beberapa kali kecelakaan mengakibatkan saya mengurangi kegiatan offroad adventure roda dua.  Dia mencoba beralih ke touring manca negara. Sudah puluhan negara dikunjunginya bahkan Himalaya sudah saya jelajahi 2 kali.

Pertemuan dengan Satoshi Takeno pembalap Jepang sangat berkesan dan ini yang membuatnya ingin kembali kedunia Rally.

Table of Contents

OSAKA JLC - ORD SUZUKI RACING TEAM
Send via WhatsApp